Abu Nawas

Abu Nawas
Di suatu tempat, terjadi kasus 2 perempuan yang sama-sama mengaku sebagai ibu kandung dari seorang bayi. Karena takut kasus semakin besar dan berlarut-larut sang hakim meminta bala bantu kepada baginda raja. Beliau menggunakan cara rayuan tetapi tidak ada satupun perempuan itu yang mengalah. Keduanya tetap bersikukuh bahwa itu bayinya  raja pun mulai putus asa dan memanggil Abu Nawas. Dan ia menggantikan hakim untuk menyelesaikan masalah ini tetapi Abu Nawas menunda sidang hingga esok hari karena ia masih memikirkan cara yang tepat agar permasalahan ini selesai. Keesokan harinya saat hari sidang, ia membawa Algojo yang ditangannya sudah siap pedang dan Abu Nawas menyuruh menaruh bayi itu diatas meja. Kedua perempuan itupun kaget dan menanyakan apa maksud Abu Nawas melakukan tindakan tersebut. Ia berujar, jika keduanya tetap tidak ingin mengalah ia akan membelah menjadi 2 bayi ini. Peremouan pertama setuju, namun perempuan kedua menangis histeris dan ia memberikan bayi itu pada perempuan pertama tetapi bayi itu jangan sampai dibunuh. Abu Nawas pun langsung memberikan bayi itu kepada perempuan kedua karena ia yakin perempuan kedualah ibu kandung dari bayi itu karena tidak ada satupun ibu di dunia ini yang rela anaknya terluka hingga dibunuh

Unsur Instrinsik Cerpen :

1. Alur : Alur Maju

2. Tema : Kasih seorang ibu kepada anaknya

3. Latar : 

    - Latar tempat : Di suatu tempat

    -Latar waktu : Esok hari

    -Latar suasana : Tegang, sedih

4. Tokoh : 

    -Abu Nawas

    -Baginda Raja

    -Perempuan Pertama

    -Perempuan Kedua

    -Algojo

5. Penokohan :

     -Abu Nawas : Pintar, cerdik

    -Baginda Raja : Baik hati

    -Perempuan Pertama : Jahat

    -Perempuan Kedua : Penyayang

     -Algojo : berani

6. Sudut Pandang : Orang ketiga

7. Amanat : -Seorang ibu tidak ada yang tega di bunuh di depan matanya